Kamis, 10 Februari 2011

Pertemuan yang terlewati

PERTEMUAN YANG TERLEWATI
KARYA : RUSDI, SP.
Di sini ........
Dibangunan kokoh ini aku terpaku.....
Ketika tiga tahun yang lalu....
Kala tapakku pertama menginjak lantai ini.....
Kini aku berdiri disini.....
Dengan sugesti penuh ambisi....
Rajutkan visi masa depan menanti..
Disini....
Aku berdiri evaluasi diri..
Sudah dapatkah apa yang kucari.....???
Tidak......!!! belum...!!!.
Terlalu banyak ku khianati...
Terlalu banyak kulalui dengan ambisi...
Terlalu sering kubohongi diri ....
Terlalu banyak dosa yang menggrogoti ...
Aku teringat bagaimana engkau begitu sabar ketika memberi...
Aku masih ingat engkau begitu tegar ketika namamu ku caci....

Kenapa aku begitu tak peduli...
Kenapa aku begitu benci dengan doa suci
Kenapa harus berepisah ketika aku belum mengerti
Kenapa aku harus pergi ketika hati telah terbuka kunci
Kenapa ......kenapa ini harus terjadi.....
Disaat aku belum bisa membalas semua jasa-jasamu
Yang telah mendidikku tanpa rasa pilu
Haruskah aku tersungkur sesali diri....???

Mungkin malam ini malam dari akhir pertemuan kita
Apabila malam ini berganti dengan pagi
Aku akan merasa kehilangan dengan apa yang telah kumiliki selama ini
Maafkan lah aku ibu bapak guru
Aku tidak dapat membalas semua jasa-jasa mu
Hanya doa... yang dapat kupanjatkan untuk mu
Semoga tuhan membalas segala kebaikan mu....

Jumat, 19 November 2010

FROFIL SPP SAREE

Bahwa Sekolah Pertanian Pembangunan ( SPP ) Negeri Saree - Aceh merupakan sekolah Pemerintah Aceh yang didirikan melalui Surat Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Aceh dengan No. 061.1/83/1981 Tanggal 21 Februari 1981 Perda No. 7/1980 tentang struktur organisasi Dinas.  Sampai saat ini telah banyak menghasilkan lulusan baik sebagai tenaga Penyuluh Pertanian/Teknis lainnya, Wiraswasta Pertanian yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini SPP Negeri Saree -- Aceh mendidik 550 orang siswa/i pada 3 (tiga) Program Studi yaitu Program Studi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Program Studi Peternakan dan Program Studi Perkebunan, dengan kebijakan Pemerintah Aceh saat ini  bahwa rekruitmen calon siswa/i adalah anak keluarga petani/pedesaan yang berprestasi pada Sekolah Lanjutan Pertama (Rangking 1 - 10) dengan porsi masing-masing Kabupaten Kota maksimal mengirim 10 orang calon siswa/i dan biaya pendidikan (konsumsi/makan, biaya sekolah lainya) ditanggung oleh Pemerintah Aceh. Diharapkan sebagian besar kelulusan (80 -90%) menjadi tenaga teknis menengah dan sebagai petani maju untuk menggantikan posisi orang tuanya sebagai petani.